Gagap aku mencium kapas bualmu
Melilit dalam kungkungan berontak
Lihat
Penakut itu masih hidup
Minggu, 20 Desember 2015
Jumat, 18 Desember 2015
Diam-Diam
Diam-diam aku rindu suasana kelas yang tak pernah sepi. Diam-diam aku
rindu acara berjemur ria di lapangan voli. Diam-diam aku rindu ungkapan
konyol yang setiap harinya mudah saja terlontar. Diam-diam aku rindu
insiden payung melayang. Diam-diam aku rindu jam sastra. Diam-diam aku
rindu pensi kita yang pertama dan terakhir, menuai hasil penuh hinaan
sana-sini yang jadi momok biasa untuk kita. Diam-diam aku rindu
memandangi piala milik kita yang sebelum mendapatkannya harus diberi
julukan penuh kasih sayang dari bapak kepala suku. Diam-diam aku rindu
membuat bunga kertas pada hari pahlawan dan guru juga ulang tahun ibu
yuli ibu iis. Diam-diam aku rindu memakai seragam coklat kesayanganku
itu. Diam-diam aku rindu memimpin lari di lapangan basket tiap jum'at
siang. Diam-diam aku rindu phb dan segala isi cakranase. Diam-diam aku
rindu ruangan mungil milik kami masa itu. Diam-diam aku rindu berdebat
hebat dengan algojo jaman dinosaurus itu. Diam-diam aku rindu kalian.
Bualan Rintih
Aku adalah rintihan nyeri semut
Di sela-sela tawa beruang
Aku adalah ikatankain yang telah berurai
Dan takkan pernah bisa untuk disatukan lagi
Aku uraian air mata yang telah jatuh
Jatuh tanpa sebab dan menjadikan semuanya tiada
Apa ini?
Ini bukan senandungku yang biasanya
Ini hanya bualan semata yang tak mampu dikikis oleh kejujuran
Disini aku hanyamenumpang hidup pada bumi tua
Di sela-sela tawa beruang
Aku adalah ikatankain yang telah berurai
Dan takkan pernah bisa untuk disatukan lagi
Aku uraian air mata yang telah jatuh
Jatuh tanpa sebab dan menjadikan semuanya tiada
Apa ini?
Ini bukan senandungku yang biasanya
Ini hanya bualan semata yang tak mampu dikikis oleh kejujuran
Disini aku hanyamenumpang hidup pada bumi tua
Teruntuk PHB
Apa kabar kalian para wanita strong dan satu-satunya makhluk paling
tampan di PHB? Apa kalian ingat bangunan mungil disekolah kita dulu?
Iya, bangunan yang menjadi rumah pertama kita. Tahu tidak? Aku rindu
juntaian gema tawa kita di bangunan mungil yang kita sebut "sanggar"
itu. Aku rindu bualan canda yang menyulut semangat saat rasa lelah
menelikung raga. Aku rindu saat kita diusir dari rumah kita itu karena
sang surya sudah turun sepenggalah adanya. Aku rindu sanggar kita yang
hidup yang setiap hari selalu kita kunjungi, kita penuhi dengan makanan
dan tetek bengek urusan kepramukaan yang menggila tapi menyenangkan. Aku
rindu suasana sibuk kita yang membuat kepala bukan main beratnya tapi
seketika ringan saat isna dan asmini memekik nada yang membelok. Aku
rindu suasana jum'at berkah yang selalu membuatku lari 10x putaran
meskipun aku selalu berseragam lengkap, karena ada saja salah satu adik
kita atau bagian dari laskar kita yang salah melihat tanggal dan
membuatnya tak menyiapkan perlengkapan latihan rutin. Aku rindu suasana
makan bertudung adat ambalan. Aku rindu kelakuan konyol kita yang selalu
ingin menggunakan semua inventaris sanggar, mulai dari sound sistem,
blender, termos, kompor, dan segala rupa yang ada disana sudah kita
jamahi. Aku rindu ketika sanggar serasa mati karena penghuninya "galau"
namun tak pelak tawa itu sungguh tak bisa disembunyikan manakala isna
membanyol tak karuan. Sungguh, aku rindu 9 wanita perkasa dan lelaki
tertampan (karena hanya dia satu-satunya lelaki di phb) di laskar
pelangi yang sungguh berbanding terbalik dengan cerita aslinya. "Pasukan
Hitam Bersejarah"
Kamis, 17 Desember 2015
Pendapat Sir William Muir Tentang Al-Qur'an > Review artikel Sir William Muir
Pendapat Sir William Muir Tentang Al-Qur'an
> Review artikel Sir
William Muir
Al-Quran adalah kitab suci bagi umat islam yang sangat luar biasa entah itu
dari sisi cara pewahyuan, isi, dan cara penyebarannya. Al-Quran diturunkan
melalui Malaikat Jibril dari Allah SWT kepada Nabi SAW melalui berbeda-beda
cara dan bentuk penurunannya, mulai dari suara gemerincing lonceng, suara
dentuman besi yang dipukul-pukul dan lain-lain. Akan tetapi yang menjadi banyak
perdebatan adalah apakah Al-Quran yang ada sekarang ini ada masih asli ataupun
otentik seperti yang ada pada zaman Nabi Muhammad SAW ataupun tidak.
Yang dapat saya simpulkan dari artikel Sir William Muir adalah bahwasanya
Al-Quran itu benar tentang keabsahan ataupun keotentikannya dalam hal
penyusunan dan isinya,beliau menggunakan cara ilmiah untuk membuktikannya.
Walaupun beliau adalah seorang orientalis dan penganut kristen yang teguh,
beliau tetap percaya dan yakin akan kebenaran isi yang tetap terjaga dari zaman
Nabi Muhammad SAW sampai sekarang.
Al-Quran sejatinya sudah mulai ditulis sejak zaman Nabi Muhammad SAW oleh
para sahabat-sahabat Beliau saat Beliau mulai mengajarkan Al-Quran, akan tetapi
belum ada ide untuk melakukan pengumpulan dan pembukuan Al-Quran itu
sendiri. Bagian-bagian ayat Al-Quran masih tersebar ditangan para
sahabat-sahabat beliau. Khalifah Umar Bin Khattab adalah penggagas
pembukuan Al-Quran yang pertama kali, karena Beliau merasa khawatir akan
keutuhan Al-Quran dikarenakan para Hafidz Al-Quran banyak yang
gugur dalam medan peperangan.
Hal-hal yang menguatkan bukti-bukti tentang kesahihan Al-Quran adalah
diantaranya sebagai berikut :
1. Bila berselisih kembali pada Nabi SAW
Pada zaman Nabi ketika ada suatu
perselisihan tentang ayat-ayat Al-Quran maka mereka selalu kembali kepada Nabi
dan menanyakan tentang yang mana yang benar-benar Al-Quran.
2. Penghimpunan yang dilakukan oleh Ustman bin Affan
Ustman bin Affan memerintahkan
Zaid bin Thabit untuk melakukan penghimpunan Al-Quran yang dibantu oleh tiga
orang lainnya. Selesai dihimpun, naskah-naskah Al-Quran ini lalu dikirimkan ke
seluruh kota persekemakmuran.
3. Mushaf Ustman bin Affan cermat dan lengkap
Pertimbangan-pertimbangan yang
menunjukkan tentang keaslian Al-Quran adalah sebagai berikut :
Ø
Pengumpulan Al-Quran yang pertama
kali masih dibawah pengawasan Khalifah Abu Bakar, jadi tidak perlu lagi
diragukan tentang kebenaran yang ada karena kualitas Khalifah Abu Bakar sudah
tidak perlu dipertanyakan lagi.
Ø
Pengumpulan tersebut selesai selama
dua atau tiga tahun sesudah Nabi Muhammad SAW wafat, dengan begitu bisa
disimpulkan jika masih dekat rentang waktunya maka ingatan yang ada pun masih
sangat segar .
Ø
Bagian-bagian Qur’an yang tertulis,
yang sudah ada sejak masa Nabi Muhammad masih hidup, dan yang sudah tentu
jumlah naskahnyapun sudah banyak sebelum pengumpulan Al-Quran itu.
Pendapat Penulis
Pendapat saya setelah membaca artikel yang dituliskan oleh Sir William Muir
dalam The Life of Mohammad adalah bahwasanya keotentikan Al-Quran tidaklah
perlu dipertanyakan lagi. Karena mengacu pada bukti-bukti yang telah ada.
Bagaimana seorang yang nonmuslim saja bisa percaya tentang kebenarannya,
mengapa kita yang muslim dan mengaku jika Al-Quran adalah kitab suci bagi kita
tidak mempercayainya? Sungguh tidak masuk akal, dalam artikelnya telah
dijabarkan dan diterangkan jika Al-Quran yang saat ini masihlah utuh dan asli
seperti yang ada pada zaman Nabi Muhammad. Bukti yang ditunjukkan pun bukan
bukti yang mengada-ada melainkan melaui serangkaiam proses penelitian, dan juga
mengacu pada nilai-nilai sejarah yang ada.
Selain itu, keotentikan Al-Quran bisa terjaga sampai sekarang adalah karena
usaha yang dilakukan oleh Khalifah Ustman wajib kita apresiasi, coba bayangkan
jika saja Al-Quran tidak dikumpulkan lantas dibukukan. Mungkin, saat ini kita
hanya bisa mendengar sejarah akan kehebatan dan keagungan Wahyu Allah ini.
Peran serta para shahabat yang lain pun tak kalah penting, mereka adalah
pahlawan. Mereka berjuang mengumpulkan potongan-potongan Al-Quran yang tersebar
dan berupaya menyatukannya, itu bukanlah hal yang mudah, butuh kejujuran dan
rasa tanggung jawab yang besar untuk bisa melakukannya. Namun mereka
melakukannya dengan sangat baik, tidak ada ayat satupun yang tertinggal. Ini
mengisyaratktan bahwa apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar hingga Khalifah
Ustman dan sahabat-sahabatnya adalah hasil yang luar biasa.
Sebagai umat muslim yang taat, alangkah baiknya jika melakukan apa yang telah
menjadi kewajiban kita bahwa kita harus membaca Al-Quran, karena membaca
Alquran adalah ibadah. Apakah kita masih meragukan keaslian Al-Quran? Sedangkan
orang yang non muslim saja mau mengakuinya. Apalagi Alla SWT telah menjamin
tentang keaslian Al-Quran yang dari dulu hingga sekarang dan hingga suatu saat
nanti.
Resume Buku Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIII M)
Nama :
Halwa. F (15240058)
Jurusan :
Manajemen Dakwah (B)
Resume Buku Sejarah dan Kebudayaan Islam
Periode Klasik (Abad VII-XIII M)
Bab I membahas tentang Arab
pra-Islam. Dijelaskan bahwa jazirah Arab berbentuk empat persegi panjang yang
sisi-sisinya tidak sejajar. Terletak di sebelah barat daya benua Asia dengan
luas kurang lebih 1.200.000 ml2 atau 3.000.000 km2. Di
sebelah selatan, berbatasan dengan lautan Hindia, sebelah timur berbatasan
dengan teluk Persia. Sebelah utara berbatasan dengan gurun Irak dan gurun
Syria. Sebelah barat berbatasan dengan dengan laut merah. Terbagi pula menjadi
lima daerah, yaitu Hijaz, Yaman, Najed, Tihamah, dan Yamamah. Terdiri dari tanah-tanah
tinggi yang membujur luas dan bergunung batu. Sangat tandus karena sangat jarang
turun hujan disana. Banyak sekali padang pasir terhampar.
Ada adat istiadat, watak, dan
karakter bangsa Arab ada yang positif dan negatif. Contoh yang negatif adalah;
membunuh bayi perempuan yang baru lahir hidup-hidup dan memandang rendah
martabat wanita, minum minuman yang memabukkan, suka berjudi, suka mencuri dan
merampok, suka berseteru, berkelahi, dan berperang. Adapun yang positif adalah
membela harga diri, harkat, dan martabat, berusaha membela dan mempertahankan
diri, cerdas, dan sudah mempunyai kebudayaan dan peradaban yang tinggi.
Bangsa Arab bisa dibedakan menjadi
dua golongan dalam struktur sosial dan cara hidup. Yang pertama adalah suku
Badui dan yang kedua adalah penduduk kota atau Ahlul Hadlar. Suku Badui
suka berpindah-pindah tempat tinggal. Mereka sering merampas, berkelahi, dan
saling berperang memperebutkan tanah, mata air, dan padang rumput. Sistem
pemerintahan masyarakat Badui adalah primordialisme kabilah, yang masing-masing
kabilah memiliki seorang kepala yang dipilih berdasarkan senioritas dan
ketokohan juga sifat-sifat seperti pemberani, cakap dalam memimpin, pemurah,
dan penyantun. Berbeda dengan penduduk kota, mereka terbiasa menetap dan
mendiami jazirah Arab bagian tepi, seperti Hijaz, Hirah, Ghasan, dan Yaman.
Mata pencaharian mereka adalah berdagang dan bercocok tanam. Merekapun sudah
mampu mengembangkan berbagai kebudayaan dan peradaban, seperti kerajaan Hirah
dan Ghassasinah.
Agama dan kepercayaan yang dianut
oleh bangsa Arab pada saat itu adalah agama tauhid (monoteisme), agama atau
kepercayaan ash-shabi’ah, agama yahudi, agama masehi (Kristen), dan yang
terakhir adalah penyembahan terhadap berhala.
Bangsa Arab pada masa itu sudah maju
di bidang bahasa dan sastra, juga di bidang pengetahuan. Bangsa Arab juga
mendirikan kerajaan-kerajaan berkebudayaan dan peradaban yang bertaraf tinggi.
Pada saat itu bangsa Arab dipimpin oleh suku Quraisy yang berhasil merebut
kekuasaan dari suku Khuza’ah.
Dalam bab II dijelaskan tentang
sejarah hidup Nabi Muhammad dari kelahiran hingga pra-kenabian. Nabi Muhammad
lahir di kota Mekkah, pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah bertepatan dengan
tahun 570 M. Nabi Muhammad memiliki pribadi yang terpuji, dan memiliki leluhur
yang merupakan orang-orang pilihan, terpandang, dan terkemuka. Pada saat
balita, Nabi Muhammad diasuh oleh Tsuwaibah dan Halimah. Saat lahir, Nabi
Muhammad sudah dalam keadaan yatim, lalu tak lama ibunya juga meninggal
kemudian Nabi diasuh oleh kakeknya dan tak lama pula kakeknya juga meninggal
dan akhirnya diasuh oleh pamannya. Nabi Muhammad pernah diramal menjadi Nabi
oleh pendeta Bakhira. Nabi Muhammad mendapat gelar Al-Amin, saat dewasa beliau
menjualkan barang dagangan Khadijah dengan sangat jujur dan akhirnya menikah
dengan Khadijah. Istri Nabi yang lain setelah Khadijah meninggal adalah Saudah,
Aisyah, Hafsah, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahash,
Juwairiyah, Ummu Habibah, Shafiyyah, dan Maimunah.
Bab III menjelaskan tentang misi
Nabi Muhammad di Mekkah. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di gua Hira’, dan
dalam berdakwah ada gerakan dakwatul afrad dan gerakan dakwah terbuka. Banyak
yang melecehkan dakwah Nabi, dan yang paling menentang dakwah Nabi adalah Abu
Lahab. Kaum Quraisy senantiasa meneror dan memusuhinya, lalu umat Islam hijrah
ke Habsyah. Umat muslim diboikot total oleh kaum Quraisy, saat itu Nabi
mengalami tahun duka cita yang mana meninggalnya Abu Thalib dan disusul oleh
Khadijah. Lalu Allah mengisra’ mi’rajkan Nabi Muhammad SAW.
Di dalam bab IV dijelaskan tentang
misi Nabi Muhammad di Madinah. Nabi Muhammad hijrah ke Madinah karena dakwah di
Arab sangat sulit untuk dilanjutkan akibat penentangan-penentangan yang
terjadi. Lalu beliau membangun masyarakat dan Negara Islam Madinah dan
mempertahankan eksistensinya. Kemudian akhiranya Mekkah dapat ditaklukan. Pada
tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 11 H Nabi Muhammad setelah sebelumnya telah
melakukan Haji Wada’ pada tahun 10 H.
Dalam bab V dijelaskan bagaimana
Negara Madinah dibawah pemerintahan khulafaur rasyidin, yakni Abu Bakar
Ash-Shiddiq yang pada saat itu menghadapi tantangan dan ancaman besar seperti
orang-orang yang murtad dan nabi palsu, Umar bin Khattab yang pada masa
pemerintahannya berhasil menaklukan Persia, Mesir, Iskandariah, serta melakukan
tugas-tugas kenegaraan dengan sukses, Usman bin Affan sifat dermawannya namun
saat itu terjadi nepotisme, dan Ali bin Abi Thalib dengan pelbagai tantangan
yang menyudutkannya sebagai pembunuh Usman bin Affan.
Bab VI memaparkan tentang daulah
Umayyah di Damaskus, dimana dalam sistem pemerintahannya terdapat pergolakan
politik, namun disamping itu juga mampu melakukan perluasan daerah dari Afrika
utara ke lembah Indus, Andalusia, dan Prancis. Pada masa itu terjadi peristiwa
karbala yaitu dibunuhnya Husain bin Ali. Namun akhirnya daulah Umayyah runtuh
juga oleh berbagai faktor seperti oposisi dan resistensi yang muncul karena
daulah Umayyah dinilai menyimpang dari sistem pemilihan khalifah di masa
khulafaur rasyidin, sistem suksesi khalifah yang tak jelas, pergolakan politik
dalam negeri yang dipicu oleh gerakan khawarij dan sekte syi’ah, perubahan
kebijakan dana Baitul Mal, pejabat Negara banyak yang hidup bermewah-mewah
seselesainya pemerintahan khalifah Umar bin Abdil Aziz, pengutamaan terhadap
etnis Arab sebagai basis utama kekuatan social-politik sehingga menimbulkan
kecemburuan etnis Persia, wilayah kekuasaanya sangat luas sehingga menyulitkan
pengawasan, dan yang terakhir Daulah Umayyah terus menerus menekan dan
menggencet keturunan Hasyim (Bani Abbas) terutama di wilayah Irak.
Bab VII menjelaskan tentang Dualah
Abbasiyah di Baghdad yang merupakan masa keemasan peradaban muslim dengan
pijar-pijar revolusinya serta tiga khalifah besar pengukir sejarah yakni
khalifah Al-manshur yang terkenal sebagai arsitek dan pembangun serta
pengembang daulah, khalifah Harun Ar-Rasyid dengan personalitas, integritas,
kapasitas, kebesaran, dan keberhasilannya dalam melaksanakan tugas-tugasnya,
dan khalifah Abdullah bin Harun Ar-rasyid yang mampu memainkan peran strategis
sehingga berhasil mengukir reputasi, kontribusi, dan prestasi besar di bidang
ilmiah, kesusastraan, kebudayaan, dan peradaban yang dipersembahkan demi
kemajuan rakyat dan negaranya. Daulah Abassiyah runtuh karena khalifah terkahir
yaitu Abdullah bin Al-Mustanshir yang tidak mengikuti sifat-sifat ayahnya yang
adil dan berkepemimpinan baik, Abdullah malah berperilaku hedonis, menuruti
keinginannya dan menjalani hidup dengan penuh kesenangan, keplesiran, dan
kemewahan serta berfoya-foya. Ia sudah diingatkan akan bahaya serangan Hulagu
Khan namun tak dihiraukannya. Akhirnya terjadilah tragedi pengahncuran dan
pembakaran buku-buku perpustakaan Baghdad.
Dalam bab VIII dijelaskan tentang
daulah Umayyah di Andalusia yang juga merupakan zaman keemasan peradaban muslim
yang pada saat itu bangsa Barat masih mengalami masa jahiliyah yang sangat
suram dan kelam. Pada masa itu, umat islam di Andalusia sudah terdidik,
tercerahkan, terpelajar, dan banyak yang menjadi sarjana. Ilmuwan dan pakar
menghasilkan karya-karya besar dan bermutu tinggi. Namun, zaman keemasan ini
harus berakhir setelah bertahan selama 275 tahun karena sering terjadi
perseteruan, rivalitas politik, dan konflik internal dalam tubuh pemerintahan
yang saling memperebutkan kekuasaan yang juga diperparah oleh kelemahan
pemerintahan pusat sejak perdana menteri Ibnu Amir Al-Mansur meninggal dunia
pada tahun 399 H, yang mengakibatkan setiap penguasa di daerah-daerah lantas
mengklaim diri sebagai penguasa yang berdaulat dan memiliki kekuasaan sendiri.
Para penguasa Kristen tidak tinggal diam dan menyerang pasukan Muwahhidun yang
sebelumnya telah megalahkan mereka. Kaum Kristen menang, dan diberlakukan
dekrit oleh Ferdinand dan Isabella tentang kewajiban pembantaian terhadap
penganut dan pengamal agama Islam.
Jumat, 04 Desember 2015
Agama Protestan
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Begitu
banyak agama-agama yang tersebar dimuka bumi ini. Baik yang menganut asas
monotheisme (memiliki satu tuhan) ataupun politheisme (memiliki lebih dari satu
tuhan atau banyak tuhan). Setiap manusia berhak memilih agama apapun yang
hendak dianutnya sesuai dengan hati nurani dan tanpa ada paksaan dari pihak
manapun.
Sebagaimana
yang telah diketahui oleh khalayak umum, bahwa agama Protestan adalah cabang
daripada agama Kristen. Yang mana memiliki perbedaan pendapat dengan para umat
katolik. Terlihat pula perbedaan salib yang dimiliki oleh umat katolik terdapat
patung yesus ditengahnya. Sedangkan umat Protestan hanya memiliki salib biasa
tanpa tambahan ornamen apapun.
Makalah
yang kami buat merupakan sedikit pemaparan tentang agama Protestan yang juga
termasuk agama besar di dunia. Yang memiliki banyak umat dan berpengaruh
khususnya di bagian Barat.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Lahirnya Agama Protestan
Pada
dasarnya, agama Kristen adalah suatu agama sejarah. Artinya landasan utama
berdirinya bukanlah asas-asas yang bersifat umum, tetapi didasarkan pada
kejadian-kejadian nyata yaitu pada peristiwa yang sesungguhnya terjadi dalam
sejarah (Huston Smith: Agama-Agama Manusia;355-356).
Menurut
pemaparan yang terdapat dalam buku “Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia”
kata Protestan berasal dari aksi penolakan terhadap ajaran otoritas yang
diajarkan oleh agama katolik. Aksi penolakan ini tentunya memiliki landasan,
yakni iman dan praktik kekristenan untuk melakukan reformasi dalam segi
doktrin, politik, dan exsiologi yang tak lain adalah melawan yang
dianggap sebagai tindak penyelewengan oleh para umat katolik. Tindakan
perlawanan ini dipromotori oleh Martin Luther.
Protestan
lahir sebagai upaya untuk mereformasi ajaran-ajaran yang diajarkan oleh agama
katolik, yang dianggap mengajarkan doktrin-doktrin palsu dan juga untuk
menentang beberapa penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa otoritas gereja
katolik, seperti jual beli indulgensia dan simoni (jabatan rohaniwan) yang mana
menurut para reformator merupakan bukti kerusakan sistemik hierarki gereja,
termasuk pula “Paus”.
Dalam
konsepsi Protestan, iman bukan sekedar masalah kepercayaan melainkan
diterimanya suatu pengetahuan sebagai hal yang pasti tanpa perlu ada bukti.
Iman adalah suatu tanggapan seluruh diri manusia, yang dalam kata-kata Emil
Brunner disebut sebagai: “suatu keseluruhan tindakan dari seluruh pribadi”.
Dengan demikian, iman menyangkut suatu gerak naik dari pikiran. Khususnya suatu
keyakinan akan kekuatan kreatif Tuhan yang tidak terbatas dan ada dimana-mana.
Iman bukan hanya itu, agar benar-benar merupakan iman ia juga harus juga
menyangkut dorongan cinta dan kepercayaan dan juga suatu dorongan kehendak
dalam kerinduan menjadi alat kekasih Tuhan yang
menebus dosa manusia. Jika agama Protestan berkata bahwa manusia
dibenarkan karena iman, yaitu kembali pada hubungan yang benar dengan dasar
kehidupannya serta kehidupan sesama manusia maka hal ttersebut menunjukkan
gerak seluruh diri, baik pikiran, kehendak, dan perasaan dalam suatu kesatuan
yang menyangkut ketiganya sekaligus maka iman merupakan gejala pribadi.
“Kepercayaan yang benar” atau “ajaran yang sehat”. Iman adalah suatu tanggapan
pribadi Tuhan, yang sebelum itu merupakan suatu dalil dari para filsuf dan
teolog, menjadi Tuhan bagi diriku, Tuhanku. Inilah makna dari pernyataan Luther
bahwa “setiap orang harus menghayati imannya sendiri sebagaimana ia akan
menghadapi kematiannya sendiri” (Huston Smith: Agama-Agama Manusia; 404).
B.
Perbedaan Agama Protestan dengan Katolik
Perbedaan
paling mendasar antara kedua ajaran tersebut adalah :
1. Pengakuan terhadap paus. Paus adalah pemimpin tertinggi bagi umat
Katolik yang bertahta di kota Vatikan, Roma. Paus pertama di dunia adalah St
Petrus, yang merupakan salah satu murid Yesus.
2. Penggunaan tanda salib. Cara paling mudah membedakan umat Katolik
dengan Protestan adalah dengan memperhatikan saat mereka makan. Jika umat
Katolik, pastilah mereka berdoa dengan menyentuh dahi, dada, bahu kiri dan bahu
kanan secara berurutan membentuk tanda salib. Sedangkan umat Protestan hanya
berdoa biasa.
3. Perbedaan kitab suci dan penafsirannya. Umat Katolik berpegang pada
tiga pilar kebenaran, yaitu kitab suci, tradisi suci, dan magisterium gereja.
Umat biasa tidak diperkenankan menafsirkan kitab suci, hanya magisterium yang
boleh menafsirkannya. Sedangkan bagi
umat Protestan, kitab suci adalah satu-satunya sumber kebenaran dan setiap umat
berhak menafsirkan kitab suci karena menurut mereka hal tersebut bukanlah
monopoli pemuka-pemuka agama.
4. Konsep tentang otoritas. Umat Katolik percaya bahwa kristus telah
memberikan otoritas kepada Rasul Petrus dan turun temurun sampai akhir zaman
nanti. Sedangkan umat Protestan tidak mengakui paus.
5. Hierarki dalam gereja. Umat Katolik mempercayai bahwa tangga hierarki
dalam gereja adalah pastur, uskup, cardinal, kemudian paus. Maka secara
otomatis, semua paus adalah pastur biasa dulunya. Sedangkan umat Protestan
tidak mengakui tangga hierarki seperti yang terdapat dalam ajaran Katolik.
6. Aturan pernikahan bagi pemuka agama. Dalam ajaran Katolik, mulai
dari pastur hingga paus diharamkan untuk menikah dan mereka harus mem-bujang
seumur hidup agar dapat berkonsentrasi penuh dalam menyebarkan agama Katolik.
Namun, agama Protestan tidak menghendaki demikian melainkan para pendeta tetap
boleh menikah karena menikah adalah hak setiap manusia.
7. Hukum perempuan menjadi pemuka agama. Agama Katolik hanya
memperbolehkan laki-laki yang menjadi pastur sedangkan perempuan hanya boleh
menjadi suster (biarawati) dan suster tersebut tidak boleh menikah seumur hidup
serta harus memakai kerudung. Sedangkan menurut agama Protestan, baik laki-laki
atau perempuan boleh menjadi pendeta.
8. Pengkultusan terhadap bunda maria. Para penganut Katolik sangat
mengkultuskan bunda maria sedangkan para penganut Protestan dilarang untuk
mengkultuskan bunda maria.
9. Perbedaan peribadatan. Tata cara pelaksanaan dan isinya sama sekali
berbeda meskipun sama-sama dilaksanakan pada hari minggu. Penganut Katolik
menyebutnya “misa” sedangkan umat Protestan menyebutnya “kebaktian”.
10. Pengakuan terhadap umat kudus. Penganut katolik sangat memuja santa
sedangkan penganut Protestan dilarang keras memuja santa sebagai orang kudus,
melainkan menggunakan nama-nama nabi.
11. Penggunaan patung sebagai media ibadah. Gereja Katolik dihiasi oleh
patung-patung seperti patung yesus, bunda maria, para santa, dan lain
sebagainya. Salib yang digunakan oleh penganut Katolik memiliki patung yesus
ditengahnya, sedangkan penganut Protestan mengharamkan penggunaan patung dalam
gereja sebab dianggap sebagai berhala dan salib yang dimiliki oleh penganut
Protestan adalah salib biasa tanpa patung yesus ditengahnya.
12. Pengakuan terhadap sakramen. Dalam ajaran Katolik terdapat tujuh
sakramen, yakni baptis, krisma, ekaristi, rmamat, pernikahan, pengakuan dosa,
dan pengurapan orang-orang sakit. Sedangkan dalam ajaran Protestan sakramen
yang diakui hanya dua, yakni baptis dan ekaristi (M. Ali Imron :Sejarah
Terlengkap Agama-Agama di Dunia;411-417).
BAB
III
KESIMPULAN
A.
Kesimpulan
Agama
Protestan lahir akibat adanya ketidak puasan individu terhadap agama Katolik
yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran yesus. Perbedaan-perbedaan yang
terdapat dalam ajaran Katolik maupun Protestan menunjukkan bahwa para Protestan
dan Katolik adalah agama yang berbeda walaupun sama-sama mengakui bertuhan pada
yesus.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Imron, M.
2015. Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia. Yogyakarta.
Ircisod.
Smith, Huston. 2001. Agama-Agama
Manusia. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)