Minggu, 20 Desember 2015

Coba

Gagap aku mencium kapas bualmu
Melilit dalam kungkungan berontak

Lihat

Penakut itu masih hidup

Jumat, 18 Desember 2015

Diam-Diam

Diam-diam aku rindu suasana kelas yang tak pernah sepi. Diam-diam aku rindu acara berjemur ria di lapangan voli. Diam-diam aku rindu ungkapan konyol yang setiap harinya mudah saja terlontar. Diam-diam aku rindu insiden payung melayang. Diam-diam aku rindu jam sastra. Diam-diam aku rindu pensi kita yang pertama dan terakhir, menuai hasil penuh hinaan sana-sini yang jadi momok biasa untuk kita. Diam-diam aku rindu memandangi piala milik kita yang sebelum mendapatkannya harus diberi julukan penuh kasih sayang dari bapak kepala suku. Diam-diam aku rindu membuat bunga kertas pada hari pahlawan dan guru juga ulang tahun ibu yuli ibu iis. Diam-diam aku rindu memakai seragam coklat kesayanganku itu. Diam-diam aku rindu memimpin lari di lapangan basket tiap jum'at siang. Diam-diam aku rindu phb dan segala isi cakranase. Diam-diam aku rindu ruangan mungil milik kami masa itu. Diam-diam aku rindu berdebat hebat dengan algojo jaman dinosaurus itu. Diam-diam aku rindu kalian.

Bualan Rintih

Aku adalah rintihan nyeri semut
Di sela-sela tawa beruang
Aku adalah ikatankain yang telah berurai
Dan takkan pernah bisa untuk disatukan lagi

Aku uraian air mata yang telah jatuh

Jatuh tanpa sebab dan menjadikan semuanya tiada

Apa ini?
Ini bukan senandungku yang biasanya
Ini hanya bualan semata yang tak mampu dikikis oleh kejujuran

Disini aku hanyamenumpang hidup pada bumi tua

Teruntuk PHB

Apa kabar kalian para wanita strong dan satu-satunya makhluk paling tampan di PHB? Apa kalian ingat bangunan mungil disekolah kita dulu? Iya, bangunan yang menjadi rumah pertama kita. Tahu tidak? Aku rindu juntaian gema tawa kita di bangunan mungil yang kita sebut "sanggar" itu. Aku rindu bualan canda yang menyulut semangat saat rasa lelah menelikung raga. Aku rindu saat kita diusir dari rumah kita itu karena sang surya sudah turun sepenggalah adanya. Aku rindu sanggar kita yang hidup yang setiap hari selalu kita kunjungi, kita penuhi dengan makanan dan tetek bengek urusan kepramukaan yang menggila tapi menyenangkan. Aku rindu suasana sibuk kita yang membuat kepala bukan main beratnya tapi seketika ringan saat isna dan asmini memekik nada yang membelok. Aku rindu suasana jum'at berkah yang selalu membuatku lari 10x putaran meskipun aku selalu berseragam lengkap, karena ada saja salah satu adik kita atau bagian dari laskar kita yang salah melihat tanggal dan membuatnya tak menyiapkan perlengkapan latihan rutin. Aku rindu suasana makan bertudung adat ambalan. Aku rindu kelakuan konyol kita yang selalu ingin menggunakan semua inventaris sanggar, mulai dari sound sistem, blender, termos, kompor, dan segala rupa yang ada disana sudah kita jamahi. Aku rindu ketika sanggar serasa mati karena penghuninya "galau" namun tak pelak tawa itu sungguh tak bisa disembunyikan manakala isna membanyol tak karuan. Sungguh, aku rindu 9 wanita perkasa dan lelaki tertampan (karena hanya dia satu-satunya lelaki di phb) di laskar pelangi yang sungguh berbanding terbalik dengan cerita aslinya. "Pasukan Hitam Bersejarah"

Kamis, 17 Desember 2015

Pendapat Sir William Muir Tentang Al-Qur'an > Review artikel Sir William Muir


Pendapat Sir William Muir Tentang Al-Qur'an

> Review artikel  Sir William Muir

            Al-Quran adalah kitab suci bagi umat islam yang sangat luar biasa entah itu dari sisi cara pewahyuan, isi, dan cara penyebarannya. Al-Quran diturunkan melalui Malaikat Jibril dari Allah SWT kepada Nabi SAW melalui berbeda-beda cara dan bentuk penurunannya, mulai dari suara gemerincing lonceng, suara dentuman besi yang dipukul-pukul dan lain-lain. Akan tetapi yang menjadi banyak perdebatan adalah apakah Al-Quran yang ada sekarang ini ada masih asli ataupun otentik seperti yang ada pada zaman  Nabi Muhammad SAW ataupun tidak.
            Yang dapat saya simpulkan dari artikel  Sir William Muir adalah bahwasanya Al-Quran itu benar tentang keabsahan ataupun keotentikannya dalam hal penyusunan dan isinya,beliau menggunakan cara ilmiah untuk membuktikannya. Walaupun beliau adalah seorang orientalis dan penganut kristen yang teguh, beliau tetap percaya dan yakin akan kebenaran isi yang tetap terjaga dari zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang.
             Al-Quran sejatinya sudah mulai ditulis sejak zaman Nabi Muhammad SAW oleh para sahabat-sahabat Beliau saat Beliau mulai mengajarkan Al-Quran, akan tetapi belum ada ide untuk melakukan pengumpulan dan pembukuan  Al-Quran itu sendiri. Bagian-bagian ayat  Al-Quran masih tersebar ditangan para sahabat-sahabat beliau. Khalifah Umar Bin Khattab adalah penggagas pembukuan  Al-Quran yang pertama kali, karena Beliau merasa khawatir akan keutuhan  Al-Quran dikarenakan para Hafidz  Al-Quran banyak yang gugur dalam medan peperangan.
            Hal-hal yang menguatkan bukti-bukti tentang kesahihan Al-Quran adalah diantaranya sebagai berikut :
1.      Bila berselisih kembali pada Nabi SAW
Pada zaman Nabi ketika ada suatu perselisihan tentang ayat-ayat Al-Quran maka mereka selalu kembali kepada Nabi dan menanyakan tentang yang mana yang benar-benar Al-Quran.
2.      Penghimpunan yang dilakukan oleh Ustman bin Affan
Ustman bin Affan memerintahkan  Zaid bin Thabit untuk melakukan penghimpunan Al-Quran yang dibantu oleh tiga orang lainnya. Selesai dihimpun, naskah-naskah Al-Quran ini lalu dikirimkan ke seluruh kota persekemakmuran.
3.      Mushaf Ustman bin Affan cermat dan lengkap
Pertimbangan-pertimbangan yang menunjukkan tentang keaslian Al-Quran adalah sebagai berikut :
Ø  Pengumpulan Al-Quran yang pertama kali masih dibawah pengawasan Khalifah Abu Bakar, jadi tidak perlu lagi diragukan tentang kebenaran yang ada karena kualitas Khalifah Abu Bakar sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.
Ø  Pengumpulan tersebut selesai selama dua atau tiga tahun sesudah Nabi Muhammad SAW wafat, dengan begitu bisa disimpulkan jika masih dekat rentang waktunya maka ingatan yang ada pun masih sangat segar .
Ø  Bagian-bagian Qur’an yang tertulis, yang sudah ada sejak masa Nabi Muhammad masih hidup, dan yang sudah tentu jumlah naskahnyapun sudah banyak sebelum pengumpulan Al-Quran itu.

Pendapat Penulis

            Pendapat saya setelah membaca artikel yang dituliskan oleh Sir William Muir dalam The Life of Mohammad adalah bahwasanya keotentikan Al-Quran tidaklah perlu dipertanyakan lagi. Karena mengacu pada bukti-bukti yang telah ada. Bagaimana seorang yang nonmuslim saja bisa percaya tentang kebenarannya, mengapa kita yang muslim dan mengaku jika Al-Quran adalah kitab suci bagi kita tidak mempercayainya? Sungguh tidak masuk akal, dalam artikelnya telah dijabarkan dan diterangkan jika Al-Quran yang saat ini masihlah utuh dan asli seperti yang ada pada zaman Nabi Muhammad. Bukti yang ditunjukkan pun bukan bukti yang mengada-ada melainkan melaui serangkaiam proses penelitian, dan juga mengacu pada nilai-nilai sejarah yang ada.
            Selain itu, keotentikan Al-Quran bisa terjaga sampai sekarang adalah karena usaha yang dilakukan oleh Khalifah Ustman wajib kita apresiasi, coba bayangkan jika saja Al-Quran tidak dikumpulkan lantas dibukukan. Mungkin, saat ini kita hanya bisa mendengar sejarah akan kehebatan dan keagungan Wahyu Allah ini. Peran serta para shahabat yang lain pun tak kalah penting, mereka adalah pahlawan. Mereka berjuang mengumpulkan potongan-potongan Al-Quran yang tersebar dan berupaya menyatukannya, itu bukanlah hal yang mudah, butuh kejujuran dan rasa tanggung jawab yang besar untuk bisa melakukannya. Namun mereka melakukannya dengan sangat baik, tidak ada ayat satupun yang tertinggal. Ini mengisyaratktan bahwa apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar hingga Khalifah Ustman dan sahabat-sahabatnya adalah hasil yang luar biasa.
            Sebagai umat muslim yang taat, alangkah baiknya jika melakukan apa yang telah menjadi kewajiban kita bahwa kita harus membaca Al-Quran, karena membaca Alquran adalah ibadah. Apakah kita masih meragukan keaslian Al-Quran? Sedangkan orang yang non muslim saja mau mengakuinya. Apalagi Alla SWT telah menjamin tentang keaslian Al-Quran yang dari dulu hingga sekarang dan hingga suatu saat nanti. 

Resume Buku Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIII M)

      Nama        : Halwa. F (15240058)
      Jurusan      : Manajemen Dakwah (B)
            Resume Buku Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIII M)
Bab I membahas tentang Arab pra-Islam. Dijelaskan bahwa jazirah Arab berbentuk empat persegi panjang yang sisi-sisinya tidak sejajar. Terletak di sebelah barat daya benua Asia dengan luas kurang lebih 1.200.000 ml2 atau 3.000.000 km2. Di sebelah selatan, berbatasan dengan lautan Hindia, sebelah timur berbatasan dengan teluk Persia. Sebelah utara berbatasan dengan gurun Irak dan gurun Syria. Sebelah barat berbatasan dengan dengan laut merah. Terbagi pula menjadi lima daerah, yaitu Hijaz, Yaman, Najed, Tihamah, dan Yamamah. Terdiri dari tanah-tanah tinggi yang membujur luas dan bergunung batu. Sangat tandus karena sangat jarang turun hujan disana. Banyak sekali padang pasir terhampar.
Ada adat istiadat, watak, dan karakter bangsa Arab ada yang positif dan negatif. Contoh yang negatif adalah; membunuh bayi perempuan yang baru lahir hidup-hidup dan memandang rendah martabat wanita, minum minuman yang memabukkan, suka berjudi, suka mencuri dan merampok, suka berseteru, berkelahi, dan berperang. Adapun yang positif adalah membela harga diri, harkat, dan martabat, berusaha membela dan mempertahankan diri, cerdas, dan sudah mempunyai kebudayaan dan peradaban yang tinggi.
Bangsa Arab bisa dibedakan menjadi dua golongan dalam struktur sosial dan cara hidup. Yang pertama adalah suku Badui dan yang kedua adalah penduduk kota atau Ahlul Hadlar. Suku Badui suka berpindah-pindah tempat tinggal. Mereka sering merampas, berkelahi, dan saling berperang memperebutkan tanah, mata air, dan padang rumput. Sistem pemerintahan masyarakat Badui adalah primordialisme kabilah, yang masing-masing kabilah memiliki seorang kepala yang dipilih berdasarkan senioritas dan ketokohan juga sifat-sifat seperti pemberani, cakap dalam memimpin, pemurah, dan penyantun. Berbeda dengan penduduk kota, mereka terbiasa menetap dan mendiami jazirah Arab bagian tepi, seperti Hijaz, Hirah, Ghasan, dan Yaman. Mata pencaharian mereka adalah berdagang dan bercocok tanam. Merekapun sudah mampu mengembangkan berbagai kebudayaan dan peradaban, seperti kerajaan Hirah dan Ghassasinah.
Agama dan kepercayaan yang dianut oleh bangsa Arab pada saat itu adalah agama tauhid (monoteisme), agama atau kepercayaan ash-shabi’ah, agama yahudi, agama masehi (Kristen), dan yang terakhir adalah penyembahan terhadap berhala.
Bangsa Arab pada masa itu sudah maju di bidang bahasa dan sastra, juga di bidang pengetahuan. Bangsa Arab juga mendirikan kerajaan-kerajaan berkebudayaan dan peradaban yang bertaraf tinggi. Pada saat itu bangsa Arab dipimpin oleh suku Quraisy yang berhasil merebut kekuasaan dari suku Khuza’ah.
Dalam bab II dijelaskan tentang sejarah hidup Nabi Muhammad dari kelahiran hingga pra-kenabian. Nabi Muhammad lahir di kota Mekkah, pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah bertepatan dengan tahun 570 M. Nabi Muhammad memiliki pribadi yang terpuji, dan memiliki leluhur yang merupakan orang-orang pilihan, terpandang, dan terkemuka. Pada saat balita, Nabi Muhammad diasuh oleh Tsuwaibah dan Halimah. Saat lahir, Nabi Muhammad sudah dalam keadaan yatim, lalu tak lama ibunya juga meninggal kemudian Nabi diasuh oleh kakeknya dan tak lama pula kakeknya juga meninggal dan akhirnya diasuh oleh pamannya. Nabi Muhammad pernah diramal menjadi Nabi oleh pendeta Bakhira. Nabi Muhammad mendapat gelar Al-Amin, saat dewasa beliau menjualkan barang dagangan Khadijah dengan sangat jujur dan akhirnya menikah dengan Khadijah. Istri Nabi yang lain setelah Khadijah meninggal adalah Saudah, Aisyah, Hafsah, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahash, Juwairiyah, Ummu Habibah, Shafiyyah, dan Maimunah.
Bab III menjelaskan tentang misi Nabi Muhammad di Mekkah. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di gua Hira’, dan dalam berdakwah ada gerakan dakwatul afrad dan gerakan dakwah terbuka. Banyak yang melecehkan dakwah Nabi, dan yang paling menentang dakwah Nabi adalah Abu Lahab. Kaum Quraisy senantiasa meneror dan memusuhinya, lalu umat Islam hijrah ke Habsyah. Umat muslim diboikot total oleh kaum Quraisy, saat itu Nabi mengalami tahun duka cita yang mana meninggalnya Abu Thalib dan disusul oleh Khadijah. Lalu Allah mengisra’ mi’rajkan Nabi Muhammad SAW.
Di dalam bab IV dijelaskan tentang misi Nabi Muhammad di Madinah. Nabi Muhammad hijrah ke Madinah karena dakwah di Arab sangat sulit untuk dilanjutkan akibat penentangan-penentangan yang terjadi. Lalu beliau membangun masyarakat dan Negara Islam Madinah dan mempertahankan eksistensinya. Kemudian akhiranya Mekkah dapat ditaklukan. Pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun 11 H Nabi Muhammad setelah sebelumnya telah melakukan Haji Wada’ pada tahun 10 H.
Dalam bab V dijelaskan bagaimana Negara Madinah dibawah pemerintahan khulafaur rasyidin, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq yang pada saat itu menghadapi tantangan dan ancaman besar seperti orang-orang yang murtad dan nabi palsu, Umar bin Khattab yang pada masa pemerintahannya berhasil menaklukan Persia, Mesir, Iskandariah, serta melakukan tugas-tugas kenegaraan dengan sukses, Usman bin Affan sifat dermawannya namun saat itu terjadi nepotisme, dan Ali bin Abi Thalib dengan pelbagai tantangan yang menyudutkannya sebagai pembunuh Usman bin Affan.
Bab VI memaparkan tentang daulah Umayyah di Damaskus, dimana dalam sistem pemerintahannya terdapat pergolakan politik, namun disamping itu juga mampu melakukan perluasan daerah dari Afrika utara ke lembah Indus, Andalusia, dan Prancis. Pada masa itu terjadi peristiwa karbala yaitu dibunuhnya Husain bin Ali. Namun akhirnya daulah Umayyah runtuh juga oleh berbagai faktor seperti oposisi dan resistensi yang muncul karena daulah Umayyah dinilai menyimpang dari sistem pemilihan khalifah di masa khulafaur rasyidin, sistem suksesi khalifah yang tak jelas, pergolakan politik dalam negeri yang dipicu oleh gerakan khawarij dan sekte syi’ah, perubahan kebijakan dana Baitul Mal, pejabat Negara banyak yang hidup bermewah-mewah seselesainya pemerintahan khalifah Umar bin Abdil Aziz, pengutamaan terhadap etnis Arab sebagai basis utama kekuatan social-politik sehingga menimbulkan kecemburuan etnis Persia, wilayah kekuasaanya sangat luas sehingga menyulitkan pengawasan, dan yang terakhir Daulah Umayyah terus menerus menekan dan menggencet keturunan Hasyim (Bani Abbas) terutama di wilayah Irak.
Bab VII menjelaskan tentang Dualah Abbasiyah di Baghdad yang merupakan masa keemasan peradaban muslim dengan pijar-pijar revolusinya serta tiga khalifah besar pengukir sejarah yakni khalifah Al-manshur yang terkenal sebagai arsitek dan pembangun serta pengembang daulah, khalifah Harun Ar-Rasyid dengan personalitas, integritas, kapasitas, kebesaran, dan keberhasilannya dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan khalifah Abdullah bin Harun Ar-rasyid yang mampu memainkan peran strategis sehingga berhasil mengukir reputasi, kontribusi, dan prestasi besar di bidang ilmiah, kesusastraan, kebudayaan, dan peradaban yang dipersembahkan demi kemajuan rakyat dan negaranya. Daulah Abassiyah runtuh karena khalifah terkahir yaitu Abdullah bin Al-Mustanshir yang tidak mengikuti sifat-sifat ayahnya yang adil dan berkepemimpinan baik, Abdullah malah berperilaku hedonis, menuruti keinginannya dan menjalani hidup dengan penuh kesenangan, keplesiran, dan kemewahan serta berfoya-foya. Ia sudah diingatkan akan bahaya serangan Hulagu Khan namun tak dihiraukannya. Akhirnya terjadilah tragedi pengahncuran dan pembakaran buku-buku perpustakaan Baghdad.
Dalam bab VIII dijelaskan tentang daulah Umayyah di Andalusia yang juga merupakan zaman keemasan peradaban muslim yang pada saat itu bangsa Barat masih mengalami masa jahiliyah yang sangat suram dan kelam. Pada masa itu, umat islam di Andalusia sudah terdidik, tercerahkan, terpelajar, dan banyak yang menjadi sarjana. Ilmuwan dan pakar menghasilkan karya-karya besar dan bermutu tinggi. Namun, zaman keemasan ini harus berakhir setelah bertahan selama 275 tahun karena sering terjadi perseteruan, rivalitas politik, dan konflik internal dalam tubuh pemerintahan yang saling memperebutkan kekuasaan yang juga diperparah oleh kelemahan pemerintahan pusat sejak perdana menteri Ibnu Amir Al-Mansur meninggal dunia pada tahun 399 H, yang mengakibatkan setiap penguasa di daerah-daerah lantas mengklaim diri sebagai penguasa yang berdaulat dan memiliki kekuasaan sendiri. Para penguasa Kristen tidak tinggal diam dan menyerang pasukan Muwahhidun yang sebelumnya telah megalahkan mereka. Kaum Kristen menang, dan diberlakukan dekrit oleh Ferdinand dan Isabella tentang kewajiban pembantaian terhadap penganut dan pengamal agama Islam.

Jumat, 04 Desember 2015

Agama Protestan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Begitu banyak agama-agama yang tersebar dimuka bumi ini. Baik yang menganut asas monotheisme (memiliki satu tuhan) ataupun politheisme (memiliki lebih dari satu tuhan atau banyak tuhan). Setiap manusia berhak memilih agama apapun yang hendak dianutnya sesuai dengan hati nurani dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Sebagaimana yang telah diketahui oleh khalayak umum, bahwa agama Protestan adalah cabang daripada agama Kristen. Yang mana memiliki perbedaan pendapat dengan para umat katolik. Terlihat pula perbedaan salib yang dimiliki oleh umat katolik terdapat patung yesus ditengahnya. Sedangkan umat Protestan hanya memiliki salib biasa tanpa tambahan ornamen apapun.
Makalah yang kami buat merupakan sedikit pemaparan tentang agama Protestan yang juga termasuk agama besar di dunia. Yang memiliki banyak umat dan berpengaruh khususnya di bagian Barat.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Lahirnya Agama Protestan
Pada dasarnya, agama Kristen adalah suatu agama sejarah. Artinya landasan utama berdirinya bukanlah asas-asas yang bersifat umum, tetapi didasarkan pada kejadian-kejadian nyata yaitu pada peristiwa yang sesungguhnya terjadi dalam sejarah (Huston Smith: Agama-Agama Manusia;355-356).
Menurut pemaparan yang terdapat dalam buku “Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia” kata Protestan berasal dari aksi penolakan terhadap ajaran otoritas yang diajarkan oleh agama katolik. Aksi penolakan ini tentunya memiliki landasan, yakni iman dan praktik kekristenan untuk melakukan reformasi dalam segi doktrin, politik, dan exsiologi yang tak lain adalah melawan yang dianggap sebagai tindak penyelewengan oleh para umat katolik. Tindakan perlawanan ini dipromotori oleh Martin Luther.
Protestan lahir sebagai upaya untuk mereformasi ajaran-ajaran yang diajarkan oleh agama katolik, yang dianggap mengajarkan doktrin-doktrin palsu dan juga untuk menentang beberapa penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa otoritas gereja katolik, seperti jual beli indulgensia dan simoni (jabatan rohaniwan) yang mana menurut para reformator merupakan bukti kerusakan sistemik hierarki gereja, termasuk pula “Paus”.
Dalam konsepsi Protestan, iman bukan sekedar masalah kepercayaan melainkan diterimanya suatu pengetahuan sebagai hal yang pasti tanpa perlu ada bukti. Iman adalah suatu tanggapan seluruh diri manusia, yang dalam kata-kata Emil Brunner disebut sebagai: “suatu keseluruhan tindakan dari seluruh pribadi”. Dengan demikian, iman menyangkut suatu gerak naik dari pikiran. Khususnya suatu keyakinan akan kekuatan kreatif Tuhan yang tidak terbatas dan ada dimana-mana. Iman bukan hanya itu, agar benar-benar merupakan iman ia juga harus juga menyangkut dorongan cinta dan kepercayaan dan juga suatu dorongan kehendak dalam kerinduan menjadi alat kekasih Tuhan yang  menebus dosa manusia. Jika agama Protestan berkata bahwa manusia dibenarkan karena iman, yaitu kembali pada hubungan yang benar dengan dasar kehidupannya serta kehidupan sesama manusia maka hal ttersebut menunjukkan gerak seluruh diri, baik pikiran, kehendak, dan perasaan dalam suatu kesatuan yang menyangkut ketiganya sekaligus maka iman merupakan gejala pribadi. “Kepercayaan yang benar” atau “ajaran yang sehat”. Iman adalah suatu tanggapan pribadi Tuhan, yang sebelum itu merupakan suatu dalil dari para filsuf dan teolog, menjadi Tuhan bagi diriku, Tuhanku. Inilah makna dari pernyataan Luther bahwa “setiap orang harus menghayati imannya sendiri sebagaimana ia akan menghadapi kematiannya sendiri” (Huston Smith: Agama-Agama Manusia; 404).
B.    Perbedaan Agama Protestan dengan Katolik
Perbedaan paling mendasar antara kedua ajaran tersebut adalah :
1.     Pengakuan terhadap paus. Paus adalah pemimpin tertinggi bagi umat Katolik yang bertahta di kota Vatikan, Roma. Paus pertama di dunia adalah St Petrus, yang merupakan salah satu murid Yesus.
2.     Penggunaan tanda salib. Cara paling mudah membedakan umat Katolik dengan Protestan adalah dengan memperhatikan saat mereka makan. Jika umat Katolik, pastilah mereka berdoa dengan menyentuh dahi, dada, bahu kiri dan bahu kanan secara berurutan membentuk tanda salib. Sedangkan umat Protestan hanya berdoa biasa.
3.     Perbedaan kitab suci dan penafsirannya. Umat Katolik berpegang pada tiga pilar kebenaran, yaitu kitab suci, tradisi suci, dan magisterium gereja. Umat biasa tidak diperkenankan menafsirkan kitab suci, hanya magisterium yang boleh menafsirkannya.  Sedangkan bagi umat Protestan, kitab suci adalah satu-satunya sumber kebenaran dan setiap umat berhak menafsirkan kitab suci karena menurut mereka hal tersebut bukanlah monopoli pemuka-pemuka agama.
4.     Konsep tentang otoritas. Umat Katolik percaya bahwa kristus telah memberikan otoritas kepada Rasul Petrus dan turun temurun sampai akhir zaman nanti. Sedangkan umat Protestan tidak mengakui paus.
5.     Hierarki dalam gereja. Umat Katolik mempercayai bahwa tangga hierarki dalam gereja adalah pastur, uskup, cardinal, kemudian paus. Maka secara otomatis, semua paus adalah pastur biasa dulunya. Sedangkan umat Protestan tidak mengakui tangga hierarki seperti yang terdapat dalam ajaran Katolik.
6.     Aturan pernikahan bagi pemuka agama. Dalam ajaran Katolik, mulai dari pastur hingga paus diharamkan untuk menikah dan mereka harus mem-bujang seumur hidup agar dapat berkonsentrasi penuh dalam menyebarkan agama Katolik. Namun, agama Protestan tidak menghendaki demikian melainkan para pendeta tetap boleh menikah karena menikah adalah hak setiap manusia.
7.     Hukum perempuan menjadi pemuka agama. Agama Katolik hanya memperbolehkan laki-laki yang menjadi pastur sedangkan perempuan hanya boleh menjadi suster (biarawati) dan suster tersebut tidak boleh menikah seumur hidup serta harus memakai kerudung. Sedangkan menurut agama Protestan, baik laki-laki atau perempuan boleh menjadi pendeta.
8.     Pengkultusan terhadap bunda maria. Para penganut Katolik sangat mengkultuskan bunda maria sedangkan para penganut Protestan dilarang untuk mengkultuskan bunda maria.
9.     Perbedaan peribadatan. Tata cara pelaksanaan dan isinya sama sekali berbeda meskipun sama-sama dilaksanakan pada hari minggu. Penganut Katolik menyebutnya “misa” sedangkan umat Protestan menyebutnya “kebaktian”.
10.  Pengakuan terhadap umat kudus. Penganut katolik sangat memuja santa sedangkan penganut Protestan dilarang keras memuja santa sebagai orang kudus, melainkan menggunakan nama-nama nabi.
11.  Penggunaan patung sebagai media ibadah. Gereja Katolik dihiasi oleh patung-patung seperti patung yesus, bunda maria, para santa, dan lain sebagainya. Salib yang digunakan oleh penganut Katolik memiliki patung yesus ditengahnya, sedangkan penganut Protestan mengharamkan penggunaan patung dalam gereja sebab dianggap sebagai berhala dan salib yang dimiliki oleh penganut Protestan adalah salib biasa tanpa patung yesus ditengahnya.
12.  Pengakuan terhadap sakramen. Dalam ajaran Katolik terdapat tujuh sakramen, yakni baptis, krisma, ekaristi, rmamat, pernikahan, pengakuan dosa, dan pengurapan orang-orang sakit. Sedangkan dalam ajaran Protestan sakramen yang diakui hanya dua, yakni baptis dan ekaristi (M. Ali Imron :Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia;411-417).










BAB III
KESIMPULAN
A.    Kesimpulan
                  Agama Protestan lahir akibat adanya ketidak puasan individu terhadap agama Katolik yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran yesus. Perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam ajaran Katolik maupun Protestan menunjukkan bahwa para Protestan dan Katolik adalah agama yang berbeda walaupun sama-sama mengakui bertuhan pada yesus.









DAFTAR PUSTAKA
Ali Imron, M. 2015. Sejarah Terlengkap Agama-Agama di Dunia. Yogyakarta.
            Ircisod.
Smith, Huston. 2001. Agama-Agama Manusia. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.